GELAP NGAMPAR
berbagi kesenangan dan cerita cinta
Senin, 28 Januari 2013
Pamayu
Rabu, 17 Oktober 2012
JADIKAN PATAH HATI SEBAGAI SEMANGAT
membaca judul diatas memang rada aneh rasanya..
Ya,,,,bagaimana mungkin patah hati kok jadi semangat!
Em,,,,,sebelumnya saya tanya sama pembaca blog ini, siapa yang pernah patah hati?
pasti anda semua pernah mengalminya.......
atau mungkin ada yang belum pernah mengalami patah hati....
Nah bagi anda yang belum pernah patah hati musti hati-hati, dan harus siap apabila suwatu saat mengalaminya
Berikut ini kutipan yang saya baca dari WIKIPEDIA
Patah hati adalah suatu metafora umum yang digunakan untuk menjelaskan sakit emosional
atau penderitaan mendalam yang dirasakan seseorang setelah kehilangan orang yang dicintai,
melalui kematian, perceraian, putus hubungan, terpisah secara fisik atau penolakan cinta.
Patah hati biasanya dikaitkan dengan kehilangan seorang anggota keluarga atau pasangan
hidup , meski kehilangan orang tua, anak, hewan peliharaan, orang yang dicintai atau teman
dekat bisa "mematahkan hati seseorang", dan sering dialami ketika sedih dan merasa
kehilangan. Frasa ini mengarah pada sakit fisik yang dirasakan seseorang di dada sebagai
dampak kehilangan tersebut, tetapi ada pula perpanjangannya yang meliputi trauma emosional
ketika perasaan tersebut tidak dialami sebagai wujud sakit somatik. Meskipun "patah hati"
biasanya tidak memberi kerusakan fisik apapun pada jantung, ada sebuah kondisi bernama
"sindrom patah hati" atau kardiomiopati Takotsubo, yaitu ketika sebuah insiden traumatik
mendorong otak untuk menyalurkan zat-zat kimia ke jaringan jantung yang melemah.
Pandangan filosofis
Bagi banyak orang, mengalami patah hati adalah sesuatu yang mungkin tidak diketahui
sebelumnya, karena dibutuhkan waktu bagi suatu kehilangan emosional atau fisik untuk
diketahui sepenuhnya. Seperti yang dikatakan Jeffrey Moussaieff Masson:
Manusia tidak selalu sadar dengan apa yang mereka rasakan. Seperti hewan, mereka tidak
mampu mengungkapkan perasaan mereka dalam bentuk kata-kata. Hal ini bukan berarti bahwa
mereka tidak punya perasaan. Sigmund Freud pernah berspekulasi bahwa seorang pria bisa
jatuh cinta dengan seorang wanita selama enam tahun dan tidak menyadarinya sampai
beberapa tahun kemudian. Pria seperti itu, dengan semua kebaikannya di dunia, tidak bisa
mengungkapkan apa yang ia tidak ketahui. Ia memiliki perasaan tersebut, namun ia tidak
mengetahuinya. Ini mungkin terdengar seperti paradoks — paradoksikal karena ketika kita
memikirkan suatu perasaan, kita memikirkan sesuatu yang kita sadari sedang dirasakan.
Sebagaimana Freud maksudkan dalam artikelnya tahun 1915, The Unconscious: "Tentu saja
kita perlu menyadari esensi sebuah emosi. Namun kita tidak mengetahui bahwa kita bisa
'memiliki' perasaan yang tidak kita ketahui."
[2]
Sindrom patah hati
Dalam berbagai legenda dan cerita fiksi, tokoh utama meninggal setelah mengalami kehilangan
yang luar biasa. Namun bahkan dalam dunia nyata, seseorang bisa meninggal akibat patah hati.
Sindrom patah hati umumnya dianggap sebagai akibat kematian seseorang yang pasangan
hidupnya sudah duluan meninggal, namun penyebabnya tidak selalu jelas. Kondisi ini bisa
dipicu oleh tekanan emosional mendadak akibat putus hubungan traumatik atau kematian
orang yang dicintai. [3] Sindrom patah hati secara klinis berbeda dengan serangan jantung,
karena pasien memiliki sedikit faktor risiko yang mendorong penyakit jantung dan sebelumnya
sehat sebelum pelemahan otot-otot jantung. Tingkat kesembuhan para penderita "sindrom
patah hati" lebih cepat daripada penderita serangan jantung dan kesembuhan penuh pada
jantung bisa tercapai dalam waktu dua minggu. [4]
Pemahaman psikologis dan neurologis
Sebuah studi memperlihatkan bahwa patah hati terasa menyakitkan sebagaimana sakit fisik
yang mendalam. Penelitian tersebut mendemonstrasikan bahwa daerah otak yang sama yang
cepat tanggap dengan pengalaman menyakitkan teraktifkan ketika seseorang mengalami
penolakan sosial, atau kehilangan sosial pada umumnya. "Hasil ini memberikan arti baru
bahwa penolakan sosial memang 'menyakitkan'," kata psikolog sosial Universitas Michigan,
Ethan Kross. [5][6] Penelitian Michigan melibatkan korteks somatosensori sekunder dan insula
posterior dorsal.
Psikolog dan penulis Dorothy Rowe menceritakan kembali tentang apa yang ia pikirkan
mengenai patah hati sebagai sebuah klise kosong sampai ia mengalaminya sendiri ketika
dewasa. [7][8] Patah hati kadang bisa mendorong seseorang mencari bantuan medis untuk
mengetahui gejala fisiknya, dan kemudian dikaitkan dengan kelainan somatoform. [9]
Proses neurologis yang terlibat dalam persepsi sakit hati belum diketahui, namun diduga
melibatkan korteks singulat anterior otak, yang dapat berstimulasi secara berlebihan ke saraf
vagus ketika terjadi tekanan sehingga menyebabkan sakit, mual, atau pengencangan otot di
bagian dada. [10]
Selasa, 16 Oktober 2012
SaKITNYA PATAH HATI
Sakitnya Patah Hati
Siapa sih yang suka diputus pacar? Mengapa tidak semua orang langsung ketemu
soulmate, menikah dan hidup bahagia selama-lamanya? Mengapa harus ada
perselisihan, pertengkaran, putus cinta, patah hati dan sakit hati?
Jawaban dari pertanyaan diatas sama dengan jawaban untuk pertanyaan: mengapa
kita harus hidup di dunia ini kalau hanya untuk susah? Mengapa Tuhan mengijinkan
penderitaan? Dan saya rasa semua orang sudah tahu bahwa salah satu jawabannya
adalah karena kita datang ke dunia ini untuk belajar, to attend the school of life.
Jadi, pelajaran apa yang bisa kita ambil dari peristiwa diputusin pacar? Saya rasa
banyak sekali. Diantaranya adalah:
1. Berdamai dengan ketertolakan.
Bagaimana mungkin? Ditolak itu kan sakit! Mem
ang,
tetapi sayangnya semua orang mau tidak mau harus
mengambil pelajaran yang bernama ketertolakan
(rejection) ini. Mari kita ingat-ingat dalam situasi apa saja
kita pernah ditolak? Kalau tidak ditolak pacar, ya ditolak
perusahaan seperti lamaran tidak diterima, dipecat,
dimutasi ke tempat yang tidak menyenangkan, orang lain
yang dipromosikan padahal kita merasa lebih capable ,
dsb. Atau melalui interaksi kita dengan orang lain dalam
kehidupan sehari-hari seperti ide kita ditolak, perasaan
kita diabaikan, permintaan kita tidak ditanggapi, tidak
diterima oleh kelompok yang ingin kita masuki karena dianggap tidak selevel, dsb.
Bisa juga ditolak orang tua – diperlakukan seperti anak tiri, pendapatnya tidak
dihargai, tidak diterima seperti apa adanya, dibeda-bedakan, diusir, dll.
Intinya adalah, meskipun seandainya kita tidak pacaran, kita tetap akan bertemu
dengan yang namanya ketertolakan. Sementara itu kalau kita telah mempelajarinya
ketika pacaran, pengetahuan yang kita dapat akan berguna bukan hanya dalam
kehidupan per-cinta-an tetapi bisa kita pakai di dunia kerja maupun dalam kehidupan
sehari-hari.
Bagaimana caranya berdamai dengan ketertolakan?
Di dunia ini, penolakan adalah hal yang biasa. Artinya, semua orang pasti pernah
mengalaminya dan bagi yang belum, ini hanya masalah waktu saja. Egolah yang
mengatakan bahwa ini hal yang luar biasa. Ego yang tugas utamanya melindungi
gambar diri tuannya melihat penolakan sebagai ancaman karena mengandung pesan
bahwa tuannya tidak lagi yang terbaik. Perhatikan kalimat-kalimat yang muncul di
kepala ketika kita ditolak, “Emang kurangku dimana sih?” “Aku mesti gimana lagi,
semuanya sudah kulakukan!”, “Dia ga’ pernah mau melihat kelebihanku, yang dilihat
cuma kekuranganku mulu.” “Sebegitu burukkah penampilanku?” dsb.
Hati kita tidak akan bisa tenang kalau pikiran kita termakan oleh kekhawatiran ego.
Berhati-hatilah, karena semakin kita ikuti kata-katanya, semakin dalam kita
mengecilkan diri sendiri- “Memang sudah nasibku begini,” “Aku dilahirkan memang
hanya untuk disakiti,” “Semua usahaku sia-sia. Aku memang ditakdirkan untuk gagal,”
“Aku memang ngga’ bakalan bisa berhasil,” “Emang aku ini pembawa sial,” dan lebih
parah lagi kalau kita mulai mengecilkan kasih Tuhan; “Kok Tuhan tega sih
membiarkan ini terjadi?” “Tuhan jahat. Percuma saja tiap hari aku berdoa,” “Tuhan
tidak peduli,” “katanya Tuhan mengasihi umat-Nya, mana buktinya?” dsb.
Saya tidak mengatakan ego itu jelek. Kita justru wajib
berterima kasih karena kerajinannya dalam mengingatkan
kita ketika dirasanya ada bahaya. Hanya saja kalau kita
biarkan ia memimpin, kita akan dikuasainya. Dan ini
berbahaya karena ego hanya bisa mengenali bahaya tetapi
tidak memiliki jalan keluar karena itu kata-katanya selalu
menyuarakan ketakutan. Mengikuti jalan pikiran ego tidak
akan pernah bisa memecahkan masalah. Sebaliknya, akan
membuat kita semakin panik. Lama-lama stress atau
depresi dan kalau sudah kalut sekali bisa-bisa bunuh diri.
Jadi sekali lagi, hati-hati.
Beberapa langkah untuk berdamai dengan
ketertolakan:
a. Tenangkan pikiran . Pada awalnya pasti sangat susah. Hati yang tertolak
adalah seperti rumah yang sedang digoyang badai. Tidak stabil dan sepertinya sangat
mudah ambruk. Dalam situasi seperti ini sangat dianjurkan
untuk tenang. Tidak perlu melakukan apa-apa. Kalau masih
belum bisa menguasai pikiran (maunya cari-cari kesalahan
dan kejelekkan dia) dan perasaan masih sulit dikendalikan
(pinginnya njerit, marah, nangis, tersinggung, kecewa, dsb)
tidak apa-apa. Ini proses wajar. Semua orang yang tertolak
mengalami hal yang sama. Yang penting, jangan mengambil
keputusan untuk melakukan sesuatu, apalagi mencari pacar
pengganti. Ini berbahaya. Berusaha memecahkan masalah
dalam keadaan seperti ini adalah seperti berusaha
menegakkan rumah yang sedang digoyang badai. Percuma
dan bisa jadi malah membuatnya semakin cepat roboh.
Lebih baik cari cara untuk menenangkan diri sambil
menunggu badai reda.
b. Setelah tenang, mulailah menata hati
dan pikiran . Hentikan usaha untuk mencari siapa
yang salah dan siapa yang benar. Percaya bahwa jika
Allah mengijinkan hal ini terjadi pasti Allah
mempunyai rencana yang baik untuk kita. Terima
kenyataan bahwa ditolak itu sakit dan ijinkan kita
merasakannya. Jangan ditengking dan jangan
dihindari tetapi kita hadapi saja karena justru
disinilah pelajarannya. Bapa kita yang baik ingin
mengajarkan kepada kita bahwa kita dirancang untuk menguasai perasaan kita.
Artinya, seberapa pedih dan sakit perasaan itu, Bapa menjamin bahwa kita tidak akan
bisa dikalahkannya. Karena itu, untuk mengetahui bahwa kita memang lebih besar dari
perasaan kita, mari hadapi saja. Percayalah, ketika kita ijinkan diri kita merasakan sakit
hati ini dengan tenang, kita memegang kendali atas perasaan tsb. Kita akan melihat
bahwa penolakan itu memang menyakiti hati tetapi tidak menguasai pikiran apalagi
mendikte langkah kita.
c. Berdoa dan mengucap syukur karena telah diijinkan mengalami hal ini.
Sakit yang kita rasakan mengajarkan kita banyak hal, salah satunya adalah kasih.
Orang yang sudah tahu sakitnya ditolak dan berhasil menguasai perasaan ini biasanya
lebih bisa memahami mereka yang mengalami hal yang sama. Ia akan gampang
bersimpati, sabar dan tidak mudah menghakimi ketika melihat saudaranya masih
bergumul dengan perasaannya.
d. Sama sekali tidak dianjurkan untuk melarikan diri dari persoalan
dengan cara menyibukkan diri atau melakukan hal-hal yang bisa mengalihkan
perhatian karena ini berarti kita menghindari pengalaman tersebut, kecuali kita
memang sama sekali tidak siap untuk melihat pengalaman ini. Tetapi jangan terlalu
lama. Sekali lagi, ini adalah mata kuliah yang harus kita ambil di sekolah kehidupan
ini. Meskipun hati kita bisa agak terhibur, lari dari persoalan sama saja dengan
menunda pelajaran yang sudah dirancang dan diberikan kepada kita. Cepat atau
lambat kita pasti akan mengalami lagi, dengan pelajaran yang mungkin lebih susah
atau lebih menyakitkan.
2. Memperbaiki Gambar Diri
Pacaran adalah alat yang sangat cocok untuk
mengetahui konsep gambar diri kita yang sebenarnya.
Ini terlihat dari pandangan kita mengenai siapa kita di
hadapan sang pacar. Latar belakang keluarga sangat
mempengaruhi gambar diri kita. Gambar diri yang
sehat adalah gambar diri sesuai yang difirmankan
Allah, diantaranya adalah bahwa kita ini berharga
sehingga layak untuk dikasihi, dihargai, dilindungi,
diperhatikan, didengarkan, dihormati, dipercaya, dsb, karena kita adalah anak-anak
Allah, Bapa yang Maha Kasih.
Jangan berkecil hati kalau pacar (atau mantan) tidak bisa memperlakukan kita secara
demikian tetapi tanamkan keyakinan bahwa berharap kepada Allah tidak akan pernah
mengecewakan. Bagi ego, kekalahan adalah kematian. Jadi ketika dilihatnya sang tuan
terpuruk karena dikalahkan oleh sakit hatinya, ego akan mulai menyanyikan lagu-lagu
kematian. Waspadai pikiran yang melintas mengatakan kalimat-kalimat seperti ini,
“Aku merasa sama sekali tidak berharga. Begitu saja dicampakkan setelah tidak
dibutuhkan, “ “Aku memang pantas untuk dibuang,” “Aku memang manusia tidak
berguna. Selama ini aku mengira aku masih layak untuk dicintai. Ternyata itu semua
cuma mimpi,” dst. Biarkan dulu pikiran tersebut melintas. Tidak usah ditanggapi.
Setelah itu baru katakan kebenaran mengenai siapa kita. “Biarlah orang tidak bisa
menghargai aku, tapi aku percaya di hadapan Bapa aku adalah anak-Nya yang
berharga.” “Biarlah orang merendahkan aku, tapi aku percaya Bapa akan meninggikan
aku.” “Biarlah orang menghina aku, tapi aku percaya Bapa akan membelaku,” dst. Cari
ayat-ayat di Alkitab yang menguatkan.
3. Mengampuni
Hasil dari mengampuni adalah melupakan atau lebih tepatnya kita tidak lagi sakit hati
ketika mengingat peristiwa tsb. Tetapi mengampuni sendiri tidak sama dengan
melupakan. Jadi jangan khawatir jika kita tidak bisa melupakan pengalaman yang
menyakitkan ini. Mengampuni adalah mengakui bahwa Allah, Bapa kita yang Maha
Pengasih, mengetahui dan mengijinkan pengalaman ini untuk terjadi. Bapa melihat,
mengawasi dan peduli dengan apa yang terjadi. Ia juga tahu bahwa pengalaman ini
menyakitkan tetapi Ia ijinkan terjadi karena Ia ingin menjadikan anak-Nya kuat.
Singkat kata, jika sesuatu Allah ijinkan terjadi, ada kesempurnaan dalam kejadian itu.
Siapa kita untuk mengubah jalan ceritanya? Sekarang, ketika hati sedang hancur dan
pikiran sedang kacau, kita memang tidak bisa melihat kesempurnaan tersebut. Tetapi
nanti setelah kita menguasai pelajarannya, percayalah, kita akan melihat betapa indah
dan sempurnanya kasih Bapa. Banyak orang besar dan berhasil mengatakan bahwa
bahkan seandainya mereka bisa, mereka tetap tidak akan merubah satu kejadianpun di
masa lalunya, meski itu sangat pahit sekalipun. Alasannya adalah bahwa masa lalu
yang sulit itulah yang telah menjadikan mereka besar dan kuat.
Sementara itu supaya hati tidak terus-terusan nyeri ketika ingat wajah sang mantan,
selalu katakan, “Aku mengasihimu. Terima kasih karena telah memungkinkan aku
mengambil pelajaran ini.” Lakukan hal yang sama setiap kali terlintas kata-kata atau
perbuatannya yang menyakitkan. Dengan cara ini kita tidak melihatnya sebagai musuh
melainkan sebagai seorang teman.
Saya yakin kasih itu indah. Dengan memilih untuk tetap mengasihi apapun yang
terjadi, kita menjaga keindahan kasih itu. (A&S)
Lika liku kehidupan.
- LIKA -LIKU KEHIDUPAN
Aku gak tahu apa yang harus aku lakukan dan aku perbuat,untuk keluar dan terbebas
dari kesulitan hidup yang semakin hari semakin menyesakan.
sakit dan pedih banget rasanya.....pada siapa aku harus mengeluh dan dengan siapa
aku bisa mengaduh supaya bisa sedikit mengurangi rasa sakit ini.
Apa yang bisa DIA lakukan ,untuk menolongku ? gak ada, DIA gak bisa meringankan
sedikit saja beban ini.
ya allah ,aku udah gak sanggup menanggung semua ini sendiri, tolonglah aku ya Allah
ringankan ,dan bebaskan aku dari semua derita ini.
Dibulan Ramadhan ini aku merasa aku adalah orang yang paling merasakan nestapa
yang sangat dalam dan menyedihkan.
dan rasanya aku gak perlu menyalahkan siapa-siapa,karna semua kembali pada diriku
sendiri.
kesalahan yang cukup fatal yang telah aku lakukan hingga semua ini harus kualami
dan kurasakan.
aku berharap pada diriku sendiri mudah-mudahan semua kejadian ini bisa membuatku
sadar bahwa setiap kekurangan dan kesusahan apapun, kita tak bisa berharap banyak
dari orang lain,walaupun itu orang dekat . semuanya hanya bertumpu dan kembali
pada diri kita sendiri.
dan akan aku jadikan semua kejadian ini sebagai pengalaman yang sangat berharga
yang gak akan kudapatkan dari siapapun.
Rabu, 03 Oktober 2012
video kenangan mantan
banyak kenangan yg gk munkin bisa dilupakan,
berikut ini ane punya video koleksi tentang mantan.
sedikit cerita deh tentang dia,
dita tu cucu dari tetangga gue, dia orangnya asik, suka bercanda,
tp kadang ngambeg tanpa sebab,
awal perkenalan kami pas bulan puasa,hehe lupa deh puasa tahun kapan.
hem singkat cerita kita jadian.